BackpackerLampung.com | Pada kesempatan kali ini backpackerlampung akan mengulas tentang Suoh, Lampung Barat. Kalau mendengar Fenomena aktivitas kawah dari sumber panas bumi mungkin yang pertama terbayang di benak kita adalah Bromo, suku tengger, atau kawah putih di Jawa Barat. Namun bagaimana jika fenomena tersebut ada di bumi Ruwa Jurai ini??  Apa mungkin ada?. Jawabnya ada pada ulasan berikut. Selamat membaca.

Jika mendengar  tentang uap panas bumi mungkin yang terbesit dalam pikiran kita adalah pegunungan, dan pemandangan yang indah dan bau belerang yang menyengat. Nah Fenomena uap panas bumi  ini ada di salah satu daerah lampung tepatnya di areal hutan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) Kabupaten di Lampung Barat, Provinsi Lampung.

Objek wisata Keramikan Suoh itulah nama objek wisata uap panas bumi yang ada di Lampung Barat. Keramikan Suoh berupa lahar yang mengeras, sehingga membentuk seperti semen yang berdekatan dengan sumber air panas dari bumi. Keramikan Suoh merupakan dataran yang berasal cairan dan pasir sulfur dari sumber panas Suoh yang sudah mengendap bertahun-tahun lamanya. Warnanya yang putih kekuningan dan agak transparan membuatnya dijuluki Keramikan (keramik). Ketebalannya bervariasi, ada yang puluhan meter tapi ada yang tipis hanya seberapa sentimeter saja. Karena itu, untuk melewati ini dibutuhkan pemandu lokal yang sudah hapal jalur agar menghindari terperosok ke dalam aliran air panas yang sangat berbahaya. Namun Terlepas dari itu semua Fenomena aktivitas kawah dari sumber panas bumi keramikan ternyata menyimpan pesona menakjubkan bagi pengunjungnya.

Wisata Kawah Bumi Suoh Lampung Barat

Wisata Keramikan Suoh ini mulai dibuka sekitar tahun 2004 dan mulai dikenal tahun 2006, letaknya berada di kaki Bukit Gunung Ratu, tepatnya berdekatan dengan Danau Minyak dan Danau Asam.

Saat menuju Keramikan itu, pengunjung akan melintasi padang rumput (savana) yang disebut “Bukit Telletubies” serta empat danau: Asam, Belibis, Lebar, dan Seminyak.

Pada sela-sela savana itu ada pagar besi di beberapa cekungan sebagai tempat semburan api. Pada ujung barat, gugusan pegunungan memperlihatkan warna gelap dan terang yang disebut Pegunungan Loreng, dulu menjadi tempat kerbau liar yang berkeliaran di sekitarnya.

Ternyata, empat danau tersebut menyimpan kisah tersendiri, dan disebut Danau Asam lantaran mengandung kadar asam tinggi.

Danau Seminyak, selain berbau seperti minyak tanah–namun saat ini menurut warga setempat bau minyak ini kian menghilang–lapisan air di atas tak mau bercampur dengan lapisan bawahnya.

Sedangkan danau yang dihuni burung belibis hingga kini disebut dengan Danau Belibis. Danau yang paling luas semula adalah Danau Lebar yang membentuk hamparan air di kaki bukit hingga permukiman setempat. Namun danau ini kini makin menyempit antara lain karena sedimentasi. Danau yang lebih luas adalah Danau Asam.

Memang benar kata pepatah “jika kamu ingin sesuatu yang indah itu butuh perjuangan”. Bagi pengunjung  yang ingin berkunjung ke keramikan   pengunjung dikenai jasa ojek sepeda motor yang bisa mengantar ke lokasi yang tak bisa dijangkau mobil sejauh sekitar 1 km berkisar Rp50.000 per orang pulang pergi. Sedangkan jasa pemandunya berkisar Rp100.000 per hari. Wisata alam ke Suoh terasakan belum lengkap dan memuaskan dahaga pengunjung bila belum berkunjung ke Keramikan yang menantang, unik, dan eksotis.

Oke sekian review wisata lampung semoga bisa menjadi referensi bagi anda yang ingin berlibur. Ingat weekend ingat lampung