New Normal Penyeberangan Merak-Bakauheni Kembali di Buka

BackpackerLampung.com | Setelah dibuka kembali penyebrangan sejak kemarin senin (8/6/2020), para calon penumpang dan kendaraan pribadi kini bisa kembali menyeberang via ferry dari Bakauheni maupun sebaliknya. setelah aturan larangan mudik-balik lebaran 2020 dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI efektif berakhir 7 Juni 2020.

Di lokasi pelabuhan saat ini juga tidak ada lagi titik check-point. Sehingga para calon penumpang kini tidak perlu menunjukan surat-surat tertentu seperti SIKM, dll, ataupun harus memenuhi syarat khusus agar bisa menyeberang.

Namun setelah menyeberang ke Merak ataupun Bakauheni bagi para calon penumpang yang hendak keluar/masuk Jakarta dan sekitarnya, mereka tetap harus dapat menunjukan Surat Izin Keluar/Masuk (SIKM). Bagi penumpang yang akan menyeberang hendaknya mengurus surat tersebut di sini.

Para calon penumpang juga diharapkan agar tetap mematuhi protokol kesehatan yang ketat selama New Normal. Selama berada di loket, ruang tunggu, maupun di dalam kapal, seluruh calon penumpang diwajibkan untuk selalu menggunakan masker, menerapkan physical distancing, dan menjaga kebersihan dengan sering mencuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer. sehingga tidak terjadi penularan virus Covid-19 secara besar.

New Normal pelabuhan bakauheni
Pelabuhan Bakauheni

Tarif Penyeberangan Merak-Bakauheni Naik

Sejak 1 Mei 2020 tarif penyeberangan reguler maupun eksekutif (express) Merak-Bakauheni maupun sebaliknya mengalami kenaikan.

Untuk penumpang dewasa, tarif naik menjadi Rp 19.500 per orang. Sementara itu, penumpang anak-anak naik menjadi Rp 10.000 per orang.

Lalu kendaraan Golongan I (sepeda kayuh) naik menjadi Rp 23.500 per unit, dan kendaraan Golongan II (sepeda motor) naik menjadi Rp 54.500 dan kendaraan Golongan III (sepeda motor di atas 500cc) mengalami kenaikan tarif menjadi Rp 116 ribu.

Kemudian kendaraan Golongan IV mobil pribadi biasa naik Rp 419 ribu, dan kendaraan Golongan V mobil pribadi ukuran minibus naik menjadi Rp 839 ribu dan Gol. IV barang menjadi Rp 724 ribu.

Keputusan itu mengikuti Keputusan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 25 Tahun 2020, tentang Larangan Mudik Lebaran dan Pengendalian Transportasi. Hanya orang-orang tertentu, serta angkutan logistik yang diperbolehkan untuk menyeberang.

Kemudian Kemenhub kembali memperpanjang masa larangan arus mudik dan balik Lebaran 2020 hingga 7 Juni 2020 untuk mengantisipasi penyebaran Virus Covid-19.

Wisata Tegal Mas Lampung

Kab. Pesawaran Akan Terapkan Anjuran Pemerintah Pusat, Berubahnya Tren Pariwisata Ditengah Pandemi Covid-19

Backpackerlampung.com| Menyusul akan kembali dibukanya lokasi -lokasi wisata ditengah Pandemi menjalani istilah new normal atau normal baru. Pemerintah daerah Kabupaten Kab. Pesawaran Provinsi Lampung menyatakan siap menjalankan apa yang direncanakan pemerintah pusat.

Pulau Mahitam – Kab. Pesawaran

Sekretaris Daerah, Kesuma Dewangsa, mengakui jika dengan kondisi Sekarang ini akan ada banyak perubahan tren pariwisata dari sebelumnya. Namun hal itu harus dapat diterapkan, supaya disamping lokasi wisata kembali beroperasi , namun disisi lain mesti menjaga kesehatan sebagai upaya antisipasi. Kesuma menjelaskan untuk kasus Corona di Kab. Pesawaran sendiri, Sekarang ini sebenarnya telah menurun.

“Sekarang ini tren corona di Kab. Pesawaran mengalami penurunan. Bahkan telah tidak ada lagi masyarakat Kab. Pesawaran yang mendapatkan perawatan akibat terpapar Covid-19,” kata Kesuma, Jum’at (5/6/2020)

Dengan pentimbangan ini pemkab Kab. Pesawaran, siap jika pemerintah kembali membuka lokasi wisata. Ia juga mengatakan, jika rencana tersebut mulai diberlakukan, pemkab Pesawaran meminta pihak pengelola wisata mesti harus mengedepankan protokol kesehatan bagi pengunjung. Para pelaku wisata diminta dapat mematuhi anjuran Pemerintah, seperti penggunaan masker bagi pengunjung dan petugas lokasi wisata,

Pelaku wisata juga mesti menyediakan sabun dan lokasi cuci tangan, disediakan juga pemeriksaan suhu tubuh menggunakan therma gun pada setiap pintu masuk. Selain itu pihak wisata mesti menyediakan ruang isolasi sementara jika ada pengunjung yang terpapar Covid-19, dan pelayanan kesehatan serta kendaraan kesehatan sendiri yang nantinya berfungsi melayani wisatawan yang sakit.

“Dan yang tak kalah penting adanya pembatasan jumlah kunjungan, dimana lokasi wisata tersebut hanya boleh menerima wisatawan sebanyak lima puluh persen dari total kapasitas lokasi wisata tersebut,,” ucapnya. Ia pun menjelaskan bahwa, sebelum para pengelola wisata membuka lokasi wisatanya, pihaknya juga akan melakukan simulasi terlebih dahulu.

“Sesuai dengan arahan Pemerintah pusat, sebelum dibuka kita juga akan melakukan evaluasi sekaligus melihat kesiapan sarana dan prasarana dari lokasi wisata tersebut, apakah telah sesuai dengan protokol Kesehatan atau belum, jika belum siap kita akan minta pelaku wisata tersebut untuk memenuhinya,” jelasnya.

Selain wisata, rumah-rumah ibadah juga akan dibuka sesuai anjuran pemerintah pusat. Kesuma menambahkan, jika hal ini mulai diterapkan pemkab Kab. Pesawaran mengajurkan supaya lokasi -lokasi di ibadah mengedepankan protokol kesehatan

“Jika memungkinkan rumah ibadah diharapkan mampu menyiapkan therma gun, dan untuk jamaah, seperti umat Islam diminta untuk membawa sajadah sendiri ketika akan shalat, memperbaiki saluran fentilasi rumah ibadah serta mempersiapkan lokasi wudhu dan cuci tangan menggunakan air mengalir, ini juga sekaligus upaya memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19,” ujar Kesuma.(red)

Wisata Tegal Mas New Normal

Dispar Pesawaran ajukan buka kembali Pahawang Tegal Mas dan Lokasi Wisata Lain menuju New Normal

Backpackerlampung.com | Dinas Pariwisata Kab. Pesawaran berencana membuat usulan kepada Bupati untuk membuka kembali tujuan wisata di Kab. Pesawaran. Rencana ini berdasarkan arahan Presiden Jokowi pada Rapat Terbatas (Ratas) Kamis 28 Mei 2020 lalu di Jakarta.

Pada hal ini terkait pandemi Covid-19 tersebut disinggung mengenai tren perubahan pariwisata di dunia. Maka dari itu, menurut Presiden Jokowi, harus ada inovasi & perbaikan sehingga bisa beradaptasi dengan perubahan tren yang terjadi di dunia pariwisata.

Berdasar Keputusan Mendagri Nomor 440-830 Tahun 2020, tanggal 27 Mei 2020 tentang Pedoman Tatanan new normal Produktif & Aman Covid-19 bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Kementerian pada Negeri & Pemerintah Daerah.

Saat ini Dinas Pariwisata Kab. Pesawaran mempersiapkan untuk ajukan pengusulan & mengoperasikan kembali tujuan wisata di Kab. Bumi Andan Jejama.

Kepala Dinas Pariwisata Kab. Pesawaran Elsyafri Fahrizal, S.H, M,Si., diwakili Sekretaris Dinas Pariwisata Pesawaran Sri Rahayu kepada media mengatakan pada menyikapi new normal pandemi Covid-19 saat ini, Dispar Pesawaran sejauh ini mempersiapkan diri untuk membuka kembali akses wisata di Kab. Pesawaran.

“Keselamatan & kesehatan masyarakat tetap menjadi pertimbangan utama untuk menghidupkan roda perekonomian & mengantisipasi perubahan global di sektor pariwisata yang terdampak Covid-19. Usulan ini tetap akan mengikuti protokol kesehatan.

Tujuan Wisata Tegal Mas di Kab. Pesawaran

Langkah ini menjawab isu perubahan global pada dunia pariwisata,” ujar Sri Rahayu.
Dinas pariwisata pesawaran, sejauh ini melakukan persiapan menghadapi new normal yang sudah diputuskan pemerintah.

“Saat ini sejauh ini pada proses pengusulan menunggu arahan Pemerintah Pusat & Pemerintah Kab. & tim gugus tugas untuk menyusun rencana teknis jika tujuan wisata resmi mulai dibuka kembali,” kata Sri Rahayu.

Lebih lanjut dia mengatakan Pemerintah Kab. Pesawaran sejauh ini berupaya memulihkan perekonomian di Kab. Pesawaran.
“Tentu hal ini harus dibarengi persiapan terkait hal teknis di lapangan, khususnya pada pengelolaan tujuan pariwisata & memenuhi koridor protokol kesehatan

Kehidupan kita Sudah pasti berubah untuk mengatasi resiko Wabah ini,Keniscayaan. Itulah yang banyak orang sebut sebagai New Normal Atau tatanan kehidupan baru,”

kelagian kecil

Mencegah Penyebaran Covid-19, PEMKAB Pesawaran Melanjutkan Masa Penutupan Lokasi Wisata

Backpackerlampung.com | Pemerintah Daerah Kab. Pesawaran Kembali Keluarkan Surat Edaran Untuk Perpanjang Waktu Penutupan Lokasi Hiburan & Objek Wisata Yang Ada di Kab. Pesawaran Sebagai Antisipasi Penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19). Sabtu 23 Mei 2020

Keputusan Ini Sesuai Surat Edaran Yang Dikeluarkan Pemerintah Kab. Pesawaran Melalui Sekretaris Daerah Dengan Mengeluarkan Kembali Surat Edaran Dengan Nomor : 556/038/IV.04/V/2020 Ditujukan Bagi Pelaku Pengelola & Pelaku Wisata Se-Kab. Pesawaran, Perihal Penutupan Lokasi Destinasi Wisata Pada Saat & Sesudah Hari Raya Idul Fitri 1441 H. Guna Pencegahan & Penanggulangan COVID-19 di Kab. Pesawaran.

Sekretaris Daerah Kab. Pesawaran Ir. Kesuma dewangsa, M.M. mengatakan Jika Pemkab Pesawaran kembali mengeluarkan surat edaran kepada seluruh pengusaha pariwisata, Lokasi hiburan, pelaku wisata & organisasi terkait di Kab. pesawaran untuk menutup destinasi wisatanya pada saat & sesudah hari raya idul fitri 1441 H.

Hal ini guna mencegah penyebaran virus Corona sesuai Surat Gubernur Lampung Nomor 440/1022/06/2020, Perihal antisipasi & kesiapsiagaan menghadapi Virus Corona (COVID-19) di Provinsi Lampung Serta dalam menindaklanjuti Intruksi Presiden & Maklumat Kapolri dalam Penanganan Covid.

Serta Melanjutkan surat edaran Pemda Pesawaran tertanggal 27 Maret 2020 Nomer : 556/1527/IV.04/III/2020, Perihal Penutupan Destinasi Wisata Terkait Corona Virus Disease (Covid-19). Maka bersama Surat edaran Pemkab Pesawaran menyampaikan kepada pengelola & pelaku wisata di Kab. pesawaran untuk Terus mematuhi surat edaran yang dimaksud dengan Terus menutup destinasi wisatanya pada saat & sesudah hari raya idul fitri 1441 H. Ujar Sekda Pesawaran Ir. Kesuma Dewangsa M.M.

Kesuma Dewangsa menambahkan Surat Edaran ini menindaklanjuti Surat Imbauan Bupati Pesawaran Nomor: 440/113O/1.02/III/2020 terkait antisipasi & kesiapsiagaan menghadapi COVID-19 di Kab. Pesawaran.

“Mempertimbangkan Keadaan terkini terkait perkembangan COVID-19, kepada pimpinan Lokasi hiburan & destinasi wisata agar menutup sementara terhitung sejak Tanggal 19 Maret 2020 yang lalu,” ujar Kesuma Dewangsa.

Keputusan ini diambil kembali usai melakukan rapat bersama Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan & Pencegahan Corona, Gugus Depan Kab. Pesawaran. Menurut Kesuma Dewangsa, pengelola Lokasi wisata & hiburan diimbau menutup sementara seluruh kegiatannya hal ini guna memutus mata rantai penyebaran virus corona, salah satunya mengurangi pertemuan yang bersifat massal.

Dewangsa menjelaskan Upaya preventif yang diambil Pemkab Pesawaran dengan penutupan destinasi wisata ini agar untuk dapat dipatuhi bersama sama guna menekan tingginya perkembangan penyebaran corona virus disease (Covid-19) yang terjadi sekarang ini, Ungkapnya.